Guna Guna Seorang Sahabat

Rp76,000

Hidup di alam modern, alam yang serba pragmatis, segala sesuatu didasarkan atas pemikiran yang rasional, pemikiran yang masuk akal manusia. Alam irrasional yang sukar dicerna oleh manusia yang berakal sehat tentu susah diterima. Dari sejak masih sekolah di Taman Kanak Kanak sampai dengan Perguruan Tinngi di Indonesia tidak ada mata pelajaran atau mata kuliah yang mempelajari hal yang iirasioanal. Demikian juga perihal Guna Guna tentu semua orang akan mengatakan tidak masuk akal karena pikiran orang tidak bisa mencerna, tetapi menurutku pikiran orang tersebut tidak sampai menelaah kearah itu, karena memang guna guna susah untuk dibuktikan kebenarannya. Guna guna, pelet, tenung sesungguhnya memang ada karena latar belakang masyarakat kita sebelum Agama Samawi masuk ke Indonessia adalah animisme yang sangat terkait dengan kehidupan alam gaib diluar jangkauan masunia modern yang sekarang. Aku pernah mengalami sendiri terkena Guna Guna di permulaan tahun 1972 saat aku baru bermalam minggu, saat aku belum tidur. Saat aku mencabut sweeter kepalaku masih dalam sweeter, aku merasakan sesuatu masuk melalui bahu kanan. Aku sadar itu guna guna, Guna guna ke dua, aku sebut saja pelet di tahun 1982, aku sangat menyayangi wanita itu walau bathinku meronta untuk mengatakan tidak. Beruntung aku tidak melanggar tata susila, maka selamatlah aku. Berkat pertolongan orang lain dan doa yang selalu kupanjatkan kepada Tuhan Semesta Alam maka pelet itu pelahan-lahan hilang. Guna guna yang ke tiga, adalah guna guna yang sangat berat aku derita, aku hampir putus asa, selama tujuh tahun aku benar benar menderita. Karena guna guna terlanjur masuk dan dikirim terus maka sangat susah mengobatinya. Memang beda guna guna dengan sakit medis hampir tidak nampak. Bedanya nampak apabila yang terkena guna guna belum tidur dan merasakan masuknya guna guna pasti tahu itu guna guna seperti yang aku alam di permulaan tahun 1972. Itu kunci aku berhasil mengetahui terkena guna guna di tahun 1995. Maka kalau seseorang sakit terkena guna guna selagi tidur akibatnya bisa fatal, disatu sisi kita merahasiakan, di sisi lain keta berobat pada dokter yang menurutku kurang pas saja, pertolongan dokter seharusnya diminta bila guna guna meninggalkan sakit medis. Guna guna tetap harus disembuhkan ahlinya, tidak sembarangan. Silahkan membaca dengan seksama apa yang aku tulis di Novel ini agar menambah wawasan anda.

Hidup Adalah Suatu Pilihan

Rp78,000

Sipnosis.
Aku tidak mau berpangku tangan menunggui kuliah yang tidak pasti, seiring dengan bertambahnya umur maka harus sebanding dengan bertambahnya pengalaman kerja, berburulah pekerjaan di Kalimatan Timur tepatnya di Kota Minyak Balikpapan. Bangku kuliah yang di ujung selesaipun kutinggalkan.
Ke Kalimantan Timur saat itu aku memilih naik Kapal Laut yang tidak seberapa besar mengarungi Laut Jawa, agar aku mampu menengok kebelakang liku liku kehidupanku yang telah aku lalui yang menyebabkan tertundanya cita citaku sejak di bangku SMP sebagai seorang mampu menyelesaikan kuliahnya.
Saat mengarungi Laut Jawa itulah kukenang liku liku hidupku yang datang silih berganti;
seleret kenangan hidup pertama, cinta Ahriani yang berakhir di batas kota sebagai pemisahnya, sementara cintaku sendiri berakhir oleh ibu kota sebagai pemisahnya, itulah kisah kasih dua insan yang penuh dengan rencana namun Tuhan jua yang menentukan.
Bermacam macam kenangan hidup kedua saat remajaku yang nyaris membawa petaka ketika kami berempat berlibur ke pantai Laut Selatan sebulan setelah Tiga Sekawan bersepeda ke Borobudur, manakala kecerobohan atau pantangan disana aku langgar tanpa sengaja karena seumurku belum pernah ke laut sampai berhari hari.
Kenangan hidup ketiga kenangan yang menunda cita citaku diluar kemampuanku saat Peristiwa Gerakan 30 September yang mengguncang NKRI sungguh dasyat mempengaruhi seluruh sendi sendi kehidupan manusia di NKRI ini, Universitas Brawijaya tempatku menimba ilmu terpecah menjadi dua. Seringnya demontrasi mahasiswa digelar, suasana Chaos. Bukan hanya di Kota Malang di Kota lainpun demikian, mahasiswa juga terbelah menjadi dua kekuatan besar dan sering bentrok, kuliahpun tidak nyaman maka kutinggalkan bangku kuliah.
Seleret kenangan hidup keempat yang jelas menunda cita citaku dengan penuh perhitungan kuliah yang hampir selesai aku tinggalkan karena kurangnya dosen tetap, disamping gagal karena guna guna otak tertutup, telingapun tersumbat saat ujian; dan berbagai kenangan yang lain yang tidak sempat aku munculkan disini.
Bahkan Kapal yang aku tumpangi nyaris tenggelam manakala kuberi tahu dua benda besar mengapung dilaut, dihampirilah dua benda berwarna kuning itu ternyata Dua Drum Oli Baru yang dibuang kapal lain untuk mengurangi muatan agar tidak tenggelam saat ombak besar di perairan Masalembo. Kapal lain membuangnya, kapal ini malahan mengambilnya, mesin kapal dimatikan untuk mengambil ke dua drum oli itu, kapal terayun ayun tanpa tenaga. Ketika drum pertama ditarik untuk dinaikkan ke atas deck ya ampun bukannya drum yang naik tetapi buritan kapal yang turun tertarik oleh berat drum, beberapa milimeter lagi air masuk ke buritan. Giliran drum ke dua ditarik keatas, malahan buritan turun, air laut masuk ke buritan nyaris masuk ke ruang kapal, karena keseimbangan kapal buritan naik lagi. Seandainya kapal tenggelam seumur hidupku aku akan menyesal karena aku yang memberi tahu keberadaan dua drum oli itu.
Sesampainya Balikpapan Kalimantan Timur aku melamar pekerjaan sambil merasakan mabuk laut lebih dari 3 minggu, karena hanya aku penumpang yang tidak mabuk laut. Bekerjalah aku di Union Oil 76, belum genap sebulan aku berhenti, karena beriko tinggi, bukan resiko kecelakaan kerja tetapi resiko pencurian dari pantai sangat tinggi. Tanpa jeda waktu kemudian aku bekerja di perusahaan jasa seismic, Jasa Survey, hanya sebulan aku berhenti. Tanpa jeda esuknya aku berangkat ke Hutan Kaltim, bekerja di Perusahaan Kayu Gelondongan IDH. Bulan kedua ketika aku cuti ke Balikpapan, terlampat tiba di Base Camp karena Ketinting yang membawaku patah kipasnya persis di tempuran; sampai di Base Camp sudah malam, ketika mandi di sungai di kegelapan malam, saat diatas batang tak satupun manusia kecuali aku, ketika kuciduk air 10 meter jaraknya tiba tiba kulihat perempuan berpakaian serba putih membelakangiku mandi, baju tipis tersiram air menempel ketat di tubuhnya, namun ketika ia menciduk air lagi nampak olehku, kakinya tidak menapak batang, bergegas aku meninggalkan sungai ketika alam halunisasi belum menyeretku.
Akhirnya aku berhasil menyisihkan banyak pelamar, diterimalah aku bekerja di perusahaan minyak asing RMHI. Setelah aku bekerja di RMHI dengan tenang dengan penghasilan yang cukup memadai, rupanya mimpi mimpi burukku menghantuiku, aku selalu bermimpi ujian tidak lulus. Tidak ada mimpi yang lain, dan mimpi itu terus berkelanjutan, mimpi itu sangat mengganggu, aku tidak kecewa dengan mimpi itu karena sesuai dengan doa doaku dahulu. Pasti ada jalan keluarnya atau biarkan mimpi itu menunjukkan jalannya sendiri, sehingga tinggal mengikuti. Aku harus merancang strategi yang tepat bagaimana aku berhenti bekerja tetapi aku juga mampu kembali lagi.
Suatu saat aku bermimpi lebih menakutkan lagi, gigiku berdarah darah, mimpi apa pula ini, mimpi yang tak lazim, tapi aku hadapi dengan tenang pasti ada hikmah yang terkandung dalam mimpi itu. Esuknya ternyata atasanku memberi tahu bahwa aku akan dipromosikan menjadi Accountant dengan gaji 6 kali lipat berlaku surut 3 bulan. Siapapun pasti senang, tapi aku berpikir lain dan mulai mengatur strategi ini saatnya aku berhenti, pasti kenaikan yang sebegitu tingginya akan ditolak oleh GM.
Ternyata mimpiku benar, promosiku ditolak, langsung aku mengetik surat minta berhenti bekerja saat itu juga. Sehari kemudian dengan memboyong anak isteriku aku kembali ke Malang, kembali ke bangku Kuliah lagi, statusku sebagai mahasiswa seperti dulu, dengan 2 tanggunan si kecil yang lucu lucu. Berhasilkah aku menyelesaikan kuliahku dengan berbagai hambatan karena ulah si kecil dan berhasilkan aku kembali ke perusahaan tempatku bekerja? Berhasilkah aku mendapatkan fasilitas seperti yang diberikan kepada expatriate itu tinggal dirumah komplit dengan segala fasilitasnya? Ikuti kisahku ini dengan seksama.

Melanggar Buah Terlarang

Rp69,500

Melalui pinjaman perusahaan tempat kerja Production Sharing Contract sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kontrak Kerja Sama, saat berumur 27 Danu Subroto sudah mampu memiliki rumah berukuran 130M/180M di salah satu real estate KoWit yang asri yang mengutamankan lingkungan dan memiliki satu mobil. Tidak seorangpun pernah menyangka bila tanah bekas rumahnya adalah hutan perdu tempat bermain para Noni Belanda di jaman penjajahan Belanda. Maret 1942 ketika Bala Tentera Pendudukan Jepang datang menguasai Pulau Jawa banyak para serdadu Belanda menyelamatkan diri ke Australia, bagi yang tidak sempat menyelamatkan diri tertawan, sementara Suzana sendiri melarikan diri ke hutan perlu bersembunyi sampai akhir hayatnya karena kehausan, kelaparan dan ketakutan; arwah Suzana gentayangan. Terjadilah hubungan kasih sayang antara arwah penasaran Suzana dengan Danu Subroto yang terlahir sebagai Bayi Bungkus, yang mampu berkomunikasi dengan Suzana; Danu Subroto kehilangan berat, tiap malam beraktivitas dengan Suzana walau jasadnya tidur. Ternyata Suzana tidak begitu saja bersedia melepaskan Danu Subroto, yang ingin menjadikan teman hidup selamanya. Berkat ilmu layaknya Gelap Ngampar yang dimiliki ayah Danu Subroto, Suzana berhasil dipisahkan hingga makamnya dipindah ke Pemakaman Umum.